DaysZ

Spring

Hehehe jangan salah dengan judulnya….Ini bukan tentang musim semi. Ini tentang pegas. Iya Pegas. Menurut KBBI (kamus Besar Bahasa Indonesia), pegas berarti bilah baja tipis yang dapat melenting.

Kata kuncinya ada disana. Melenting.

pegas

Si pegas ini tidak akan bergerak dan mempunyai gaya bila dia tidak tertekan. Dan bila dia tertekan, dia akan melenting melebihi panjang awalnya…..masya Allah….

Amazing….what’s the lesson learned above?

Bila saat ini hidup kita sedang tertekan….terasa terhimpit….sesak dan sempit….Itu tandanya Allah ingin kita melesat jauuuuuuuhhhh melebihi kapasitasmu saat ini!!!!

Sunnatullahnya seperti itu…..

“Dan sesungguhnya Kami memberikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah: 155)

Kita akan di coba, di uji, di tempa. Sama seperti saat kita UTS or UAS pas kuliah. Kalau lulus dapet A seneng khaan??!! Terkadang kita juga sudah diberi tahu kisi-kisi yang akan keluar. Sama seperti ayat di atas. Kisi-kisi seputar soal ujiannya adalah kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan…dan endingnya surga bagi mereka yang sabar.

Bila mengingat semua ini, tentu kita akan lebih terasa tenang menghadapi ujian. Karena kisi-kisi dan endingnya sudah jelas bukan?

So, ketika masalah datang dan tertekan, ayoooooo segera melenting jauuuh melebihi kapasitasmu!!!

 

Advertisements
DaysZ, Inroduction

0,01 detik

“NEEETTTT….” Bunyi pertanda perlombaan panjat tebing itu usai. Sebenarnya saya hanya melihatnya dari layar berukuran 21 inchi di sebuah rumah makan bersama suami dan kedua anak lelaki saya. Perhelatan ASIAN GAMES cukup seru memang hingga ke sudut-sudut rumah makan, contohnya yang saya singgahi ini.

“Cuma beda 0,01 detik, Mi” kata suami saya antusias bak komentator ulung. Saya yang sedari tadi memandang hp, jadi melirik juga ke layar TV saat siaran ulangnya diputar.

Nafas saya ikut tersengal. Tak terbayang rasanya menjadi sang juara emas dan sosok lawan tepat disebelahnya yang akhirnya harus puas menerima perak.

Usaha tidak pernah mengkhianati hasil, frase itu selalu tepat bila momen-momen seperti ini muncul. Bayangkan sesama atlet putri perwakilan dari Indonesia. Tapi beda nasib ๐Ÿ˜€

Ahhh….saya jadi teringat hidup saya dijalanan….

Setiap kali dihadapkan pada mobil yang melaju lebih lambat, maka spontan saya akan menyalip dan menyusulnya, entah dari kanan atau kiri (hahaha….don’t try this at home yaa), dan saat itu di kejauhan, keluar tol lebak bulus pondok indah, saya sudah melihat lampu hijau menyala. Prediksi saya, sebentar lagi akan merah, karena jarak saya masih terbilang jauh. Sementara mobil di depan saya jalannya bagaikan siput. Tapi celakanya, dia berjalan ditengah!. Cukup sulit untuk disalip, baik dari kanan apalagi kiri.

Setelah merasa cukup untuk menyalip, langsung saya arahkan setir ke kiri, menginjak gas, dan melampaui sepersekian detik lampu hijau yang berubah menjadi merah. Dari spion atas, saya melihat mobil itu berhenti. Tentu saja karena terkena lampu merah.

Ada rasa puas menyelinap. Berbagai urusan saya tidak jadi terhambat gegeara lampu merah itu. Saya menghembuskan nafas. Karena daftar to do list panjang yang harus saya selesaikan segera.

traffic-332857__340

Source : Pixabay

Entah, kenapa kejadian itu begitu membekas dalam diri. Teringat-ingat selalu kejadian yang “sangat biasa” terjadi di jalanan ini.

Tapi dari dua kejadian di atas, bisakah kita mengambil hikmahnya….

Mengambil keputusan 0,01 detik yang akhirnya mempengaruhi hidupmu di masa depan. Antara memperoleh emas dan perak. Antara bisa melewati lampu merah, melaju untuk kemudian bisa mengerjakan banyak hal dan terhenti karena lampu merah.

Dari Shuhaib, ia berkata, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุนูŽุฌูŽุจู‹ุง ู„ุฃูŽู…ู’ุฑู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽู…ู’ุฑูŽู‡ู ูƒูู„ู‘ูŽู‡ู ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุฐูŽุงูƒูŽ ู„ุฃูŽุญูŽุฏู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ู ุฅูู†ู’ ุฃูŽุตูŽุงุจูŽุชู’ู‡ู ุณูŽุฑู‘ูŽุงุกู ุดูŽูƒูŽุฑูŽ ููŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู’ ุฃูŽุตูŽุงุจูŽุชู’ู‡ู ุถูŽุฑู‘ูŽุงุกู ุตูŽุจูŽุฑูŽ ููŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ู„ูŽู‡ู

โ€œSungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.โ€ (HR. Muslim, no. 2999)

Hidup bagaikan roda. Kadang kita mendapati kesenangan, tak jarang juga kita merasakan kesedihan hingga menyesakkan dada.

Benarlah firman Allah dengan Demi Waktu…

0,01 detik bisa berarti banyak. Menentukan bahagia dan sengsaramu.

Do you Agree?

 

 

 

DaysZ, Inroduction

JasTip

Pernah dengar istilah ini?

Jadi suatu hari no ku di invite (tanpa izin-tapi aku merelakannya, :D) pada suatu wag bertuliskan PeekabookJastip. Ok. Aku lihat-lihat siapa yang invite. Ohh “dia”. Tak apalah. Lanjuut.

Setelah beberapa kali ada yang keluar, dan ku ignore group ini beberapa lama akhirnya…..aku mendalami juga, apa siy purpose ini ๐Ÿ˜€ (telat banged)

Ternyata ini adalah grup untuk jasa penitipan karena ada Bid Bad Wolf ituu….Bid Bad Wolf adalah bazar buku impor terbesar se Asia Tenggara yang rutin diselenggarakan oleh PT. Jaya Ritel Indonesia. Dan untuk tahun ini diselenggarakan di ICE BSD City. Uniknya adalah, its open 24 hours!. Anda tidak sedang salah baca…YES…nothing’s wrong with your eyes. It’s opened for 24 hours! ๐Ÿ˜€ Jadiiii udah ada tuh yang dateng sedari subuh sodara-sodara….bisa kebayang kan effort yang dikeluarkan….bisa kebayangkan jaraknya…bensinnya…cemilannya…cepuluhnya#eh

Event nya siy sudah lewat….tapi fenomena JasTip ini ternyata cukup jarang didengar dan masih asing. Beberapa teman yang saya tanya tidak pernah dengar istilah ini.

Entah kenapa tetiba pikiranku berkelebat menganalisa (ciri khas orang introvert, sukanya nganalisa dari pada ngomong), ada orang yang jadi jastip. Padahal harga barangnya aja udah mahal, ditambah JASa niTIP ke “dia”. Padahal mungkiiin kalau saja kita mau meluangkan waktu dan effort yang sama, kita bisa melihat langsung buku-buku itu, memilihnya, muter-muter dan pulang dengan membawa buku-buku yang kita butuhkan (atau inginkan :D). Tapi inilah uniknya hidup….Disinilah ke-Maha Adilan, ke-Maha Rahmannya Allah SWT pada tiap makhlukNya.

Untuk yang Jastip, ini adalah peluang usaha….untuk yang “pemalas” dan memang ada urusan lain yang lebih penting, menggunakan jastip adalah salah satu pilihan. Walaupun akhirnya dia harus rela, tidak bisa memilih langsung dan buku yang di foto hanya “seadanaya”, “sekuatnya” si Jastip ngiter-ngiter ๐Ÿ˜€

Well….begitulah sejatinya hidup….ada prioritas yang harus di kedepankan. Bagi si Mawar mungkin prioritasnya adalah mencari uang, bagi si Tulip mungkin prioritasnya anak, bagi si Melati mungkin prioritasnya adalah menambah hafalan Qur’an, bagi si Alamanda mungkin prioritasnya adalah menguasai bahasa asing dan mungkin bagi si Azalea prioritasnya adalah bekerja.

Apakah ada yang salah?

Tidak…tapi sebagai seorang muslim/ah. The higher priority adalah Allah. Breakdown nya bisa macam-macam dan tergantung dia juga mau fokus ke mana yang dulu. Dan alhamdulillahnya….bila semua di niatkan ibadah, maka hasilnya adalah pahala dan makin mendekatkan pada Allah. Jadi jangan sampai salah fokus hidup ๐Ÿ™‚

 

 

 

 

FamiLy

70 km

Sudah dua hari ini hidupku terasa berpindah ke kotak beroda empat ini. Sambil memegang kemudi diiringi suara teriakan duo anak lelaki lanang yang energinya terus terpakai, juga gerakan-gerakan mereka yang membuat mobil serasa gempa. Pikiranku melayang-layang.

Pondok cabe – ciracas – kebayoran baru (ahmad dahlan) – ciracas – kebayoran baru (ahmad dahlan) – pondok cabe. Total speedometerku menunjukkan angka 70 km per hari itu. dan besoknya rute ini harus ku jalani juga.

Apa siy yang dikejar?

Hampir setengah hari umurku dihabiskan pada rute ini, hari ketiga agak lebih berkurang karena dibantu pak su. Dia yang mengantar si abang sehingga aku bisa langsung antar si ade dan jemput si abang. Tapi tetap saja rutenya jauh….badan setibanya di rumah sudah pegal-pegal. Pikiran sudah harus terbagi lagi antara besok makan apa, apa yang akan di bekelin, snacknya apa, koreksian tugas-tugas mahasiswa piye, tugas-tugas menulis, murojaah dan ziyadah diriku sndiri gimana….hiks….manajemen waktu yang seakan berkejaran antara pagi dan malam.

Si abang sedang pemantapan olympiade sains kuark. Alhamdulillah dari 90.000 peserta dia termasuk yang lolos ke babak semi final dengan sisa peserta hanya setengahnya. Nah 70 km ini adalah bolak balik mengantarkan si abang menuju babak semi final ituu…

Si ade? iya…alhamdulillah si ade sudah mulai “bersekolah” ala-ala. Kenapa ala-ala? Mungkin someday akan ku explore lebih jauh. Ade sekolah khusus Quran untuk balita. Namanya sekolah tahfizh balita utrujah. Di ciracas. Masuknya jam 7.30 ๐Ÿ™‚ Jadilah pagi-pagi antar ade dari pondok cabe ke ciracas, kemudian ke kebayoran antar abang, langsung cuus lagi ke ciracas, kemudian nafas bentar, cus lagi ke kebayoran, terakhir pulang ke rumah, yang waktunya sudah sore….

WhatsApp Image 2018-04-27 at 9.38.54 AM.jpeg

In Pic . Suasana kemacetan kebayoran (ahmad dahlan), menuju ciracas egen….

Intinya bukan melankolis jarak dan kelelahan fisik juga kehebohan pagi untuk mempersiapkan semua makanan sekaligus untuk siang….Tapi pada suatu kesadaran jiwa yang menghentak disela-sela menyetir dan suara tinggi menghentikan kelakuan duo anak lanang ini ketika aku menyetir di tol bolak balik…Untuk apa siy semua muara kelelahanku ini? Apa anak-anak senang? apa anak-anak mengerti kenapa mereka harus melakukan rutinitas seperti ini? Kadang ketika ku jelaskan merekapun seperti boneka yang suka ada di dash board mobil itu, yang setiap mobil bergerak, kepalanya ikut angguk-anggukan sesuai irama naik turun mobil ๐Ÿ˜€ Kadangpun aku kelelahan dengan jarak yang jauh ini…

Akhirnya….

Dengan helaan nafas aku berdesir lirih dalam hati….

Telah ku konversikan waktu hidupku untukmu, Nak….

Ku ikhlaskan sebagian mimpi-mimpiku seakan menguap dan entah kapan terealisasi…..Keinginan kuat melihat kalian terbang tinggi telah membuatku berani mengkonversikan segalanya….dan ku harap Allah ridho dengan usahaku ini….

Gudlak sons :*

#olympiadesainskuark#utrujah#momslife

 

 

 

 

DaysZ

YES, YOU ARE A MOM! UNTIL YOUR LAST BREATH…

Bagi sebagian perempuan, hamil mungkin saat yang menyenangkan dan paling dinanti setelah perjanjian suci diikrarkan. Tapi agak berbeda dengan saya.

Dibesarkan pada keluarga yang cukup liberal dan membebaskan saya untuk beraktivitas di luar, membuat saya sangat tidak peka dan paham akan arti sosok seorang istri apalagi seorang ibu. Saya cukup jatuh bangun mengeja sosok ini dalam kehidupan. Saat hamil pertama misalnya. Kondisi mengharuskan saya berada jauh dari orang tua dan saudara-saudara karena mengikuti tempat suami bekerja di Batam. Proses adaptasi dengan suami dan lingkungan, kehamilan pertama, minim pengetahuan juga komunikasi dengan keluarga besar membuat kehamilan saya bermasalah pada usia 6 bulan. Janin sudah dalam posisi siap keluar! Dokter hanya mengatakan, โ€œSaya tidak tahu kenapa, pokoknya bayi ini sudah berada di ujung. Lily harus dirawat dan benar-benar bedrest.โ€ ย Akhirnya saat itu saya menginap di rumah sakit dan disuntik paru untuk janin. Sampai sudah dirumah pun, bedrest total tetap harus dilanjutkan. Kegiatan seperti mandi, buang air besar dan kecil, semua saya lakukan ditempat tidur. Ya, dilakukan selama 3 bulan :). Maka saya belajar…tentang bagaimana perjuangan sosok seorang ibu. Maha Kuasa Allah atas anak ini, dengan caraNya, dan sabarnya dokter perempuan pertama yang ada di Batam itu mendampingi kehamilan saya yang bermasalah. Anak pertama kami lahir dengan normal tanpa kurang suatu apapun.

Namun hidup kadang tidak sesuai harapan. Saat anak kami masih berusia empat tahun. Bapak saya terkena stroke. Akhirnya saya dan suami mencari jalan bagaimana agar bisa berkumpul kembali ke Jakarta dan saling membantu apa yang bisa dibantu. Solusi yang paling mungkin untuk diajukan adalah, kami berdua sekolah lagi. Perjuangan itu dimulai. Proses pendaftaran ke kampus, pindah sekolah anak, dan pindah ke Jakarta.

images

Saat itu saya dan suami memang fokus pada sekolah yang sedang kami jalani. Dengan harapan dapat memberi dampak positif kepada anak. Namun diluar dugaan, kehendak Allah, saya yang sulit hamil ini pada semester kedua kuliah, dokter nyatakan positif hamil. Lagi-lagi rasa itu muncul. Bagaimana menjadi seorang ibu saat sedang kuliah begini. Hamil dan menyusui. Masih ada dua semester ke depan. Hati saya galau. Maka mulailah beberapa informasi tentang โ€œibu hamil sambil kuliahโ€ menjadi bacaan saya. Saya hanya butuh teman yang juga mengalami hal yang sama. Hamil dan sedang kuliah. Sayangnya informasi ini tidak sebanyak bila kita mencari kata kunci โ€œresep masakanโ€ :D. Ada memang beberapa perempuan mengalami hal yang sama dan mereka menuliskannya di blog, tapi seperti biasa, mereka dibantu orang terdekatnya, ibu. Suatu sosok yang tidak ingin saya ganggu saat itu, karena sudah cukuplah beliau mengurus bapak yang stroke. Dan semua perempuan tersebut mengundurkan masa waktu kuliahnya alias cuti untuk mengurus kehamilan dan menyusui. Suatu hal yang tidak bisa saya lakukan juga saat itu. Saya harus lulus tepat waktu. Dua tahun. Terkait biaya dan lain-lain yang menurut saya hanya akan memperpanjang penderitaan saya saja bila diundur-undur.

Merasa tidak ada kemiripan pada informasi yang saya cari, membuat saya tersadar dan bangkit sendiri. Ok Lily. You have to through this by your own style. Mulai saat itu, hari-hari saya tidaklah sama. Saya kebal terhadap rasa mual muntah, sesuatu yang dulu saat kehamilan anak pertama sering saya keluhkan. Saya mampu tetap menyetir sendiri Depok-Cinere sampai kehamilan saya kembali bermasalah saat usia tujuh bulan. Pekerjaan rumah dan mengantar jemput anak yang dititip dirumah mertuapun bolak-balik saya lakukan sendiri (jadi dari Depok saya ke rumah mertua di Kebon jeruk, baru kembali ke Cinere). Kemana suami saya? Dia pun jatuh bangun pulang kerja langsung lanjut kuliah, dan pulangnya sudah harus mengerjakan tugas kuliah dan tugas kantor. Sungguh, itu bukanlah masa-masa kehamilan yang diidamkan semua perempuan. Tapi episode ini harus selesai, batin saya.

Masuk usia kehamilan delapan bulan, suami mulai berfikir untuk membeli rumah sendiri, dia tidak ingin anaknya lahir dirumah kontrakan. Maka mulai bertambah lagilah tugas kami saat itu. Mencari rumah, mengurus anak, kuliah dan kerja. Alhamdulillah rumah yang cukup idaman, kami peroleh. Kenapa cukup, karena rumah tersebut harus di renovasi dulu baru bisa ditempati secara utuh. Jadilah kami pindah ke sana dalam keadaan setengah rumah sambil di renovasi. Bisa dibayangkan, ibu hamil, kuliah sambil pindah rumah dan rumah sedang di renovasi. Ditengah perjalanan renovasi, kontraktor kami kabur. Judul paper saya ditolak mentah-mentah oleh dosen pembimbing. Kakak saya kecelakaan, dan terjadi masalah besar pada ibu. Sungguh berita beruntun yang sangat-sangat tidak menyenangkan untuk ibu hamil yang sedang kuliah. Akhirnya saya drop. Air ketuban berkurang dan tensi saya naik. Dokter tidak bisa mengambil resiko dan seperti yang bisa ditebak, operasi caesar menjadi pilihan bijak saat itu. Alhamdulillah, anak kedua kami lahir dengan sehat dan selamat. Tapi masalah belum selesai.

Semester akhir di depan mata dan itu saat saya menyusui. Episode ini harus selesai, ulang batin saya lagi. Maka mulailah bayi kecil itu ikut kemana saja saya mencari data. Dari satu proyek ke proyek lain, dari kantor satu ke kantor yang lain, duduk manis di car seat. Menyenangkan? Mmm…coba pikir kembali. Menyetir dengan bayi menangis di tol, tapi tidak bisa berhenti (tau kan tol, high speed). Mencoba menepi untuk menyusui saat di lampu merah atau ditengah perjalanan. Begadang mengejar deadline paper untuk wisuda. Cukup membuat saya masuk UGD saat bayi kami berusia 6 bulan, karena tulang syaraf terjepit dan punggung saya tidak dapat digerakkan secara normal. Maka saya belajar lagi menjadi ibu….

Dari dua momen kehamilan tersebut saya belajar banyak tentang sosok ibu. Bahwa menjadi ibu tidak hanya berhenti pada perasaan bangga, senang atau bahagia. Tapi lebih dari itu. Sosok ibu juga harus memaknainya dengan ilmu, kedewasaan dan tanggung jawab. Karena anak ini adalah amanah seumur hidup. Karena keteladanan yang akan di lihat, di rasa dan diteruskan pada diri anak, akan tetap terus mengalir. Karena kita akan akan tetap menjadi ibu pada kondisi sesulit apapun. Engkau tidak bisa melepaskan status ini barang sebentar… Until your last breath…..

Inroduction

Bengkel Penulisan di Indscript Training Center

Dari hasil beberapa riset menunjukkan pada anak perempuan, terdapat daerah pada otak yang membantu kontrol bahasa dan emosi (disebut caudate) cenderung lebih besar dari pada yang dimiliki anak laki-laki. Begitu juga yang ditunjukkan pada bagian corpus callosum (otak tengah yang menjembatani dua sisi otak). Hal ini kemudian menjadi penjelas mengapa perempuan lebih banyak berbicara dari pada laki-laki.

Akhirnya menyikapi fithrah ini pilihannya seperti pisau bermata dua. Mengumbar nafsu bicara dengan kemungkinan terjadi salah paham dan perselisihan? Atau menjadikannya sebagai lahan penghasil uang dan mandiri secara finansial.

Kelebihan kaum hawa ini dilihat dengan jeli oleh Indscript Creative, sebuah perusahaan dengan CEO Indari Mastuti, yang memfokuskan diri dalam pemberdayaan perempuan khususnya di dunia bisnis dan menulis. Indscript Creative kemudian membuat lembaga tersendiri, yaitu Indscript Training Center (ITC). Kemudian ITC bekerja sama dengan Agensi Artikel dengan nama @JoeraganArtikel mengadakan training online yang fokus pada meningkatkan skill peserta dalam membuat artikel pesanan, job review dan cara berpenghasilan melalui blog.

Uniknya para peserta selain mendapat materi training akan diberi kesempatan praktek langsung magang mengerjakan artikel pesanan. Lebih serunya lagi, lulusannya langsung direkrut menjadi team penulis inti di emakpintar.asia dan memperoleh binaan lanjut guna menapaki jenjang karir kepenulisan berikutnya.

images-3

Mungkin saja kita merasa tidak dapat menulis, maka training menulis artikel dapat menjadi salah satu latihannya. Bisa jadi kita sudah bisa menulis, namun bahasanya masih belum dapat tertata rapi dan membuat bingung pembaca. Training menulis artikel dapat menjadi solusinya. Pada saat training menulis artikel, ada teknik yang dipelajari, artikel kita di cek dan diperbaiki, yang semua hal tersebut menjadikan tulisan kita makin baik dari hari ke hari. Sama seperti bengkel mobil, yang diharapkan setelah diperbaiki, akan keluar mobil dengan kondisi yang lebih fresh dan laju. ย Bengkel penulisan ini juga memperbaiki sisi-sisi penulisan peserta sehingga jauh lebih bermakna dan dapat diterima oleh pembaca. Nah, pertanyaannya sekarang, apakah kamu para ladies sudah mendaftar sebagai pesertanya ? ๐Ÿ™‚